Tiga Orang Diselamatkan dalam Kecelakaan Truk di Purworejo, Satu Korban Meninggal Dunia Purworejo (11/11/2025) – Sebuah kecelakaan truk bermuatan bahan bangunan yang terjadi di depan Pasar Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, berhasil ditangani oleh Tim SAR Gabungan. Kecelakaan tunggal yang dilaporkan terjadi pada Selasa (11/11) sekitar pukul 05.40 WIB ini mengakibatkan empat orang yang berada di dalam truk menjadi korban, dengan tiga di antaranya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan Truk tersebut awalnya melaju dari arah Magelang menuju Purworejo. Sesampainya di lokasi kejadian, truk diduga kehilangan kendali, menabrak pembatas jalan, dan kemudian terguling. Akibatnya, tiga orang terjebak di dalam kabin kendaraan. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, M. Abdullah, segera merespons informasi yang diterima dari PMI Purworejo pada pukul 05.40 WIB. Pukul 05.50 WIB, satu tim rescuer dari Uni...
ASAL USUL RANDU DONGKAL PEMALANG
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Halo semua,
Kali ini kita akan membahas tentang asal usul Kecamatan Randudongkal, salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Pemalang. Kecamatan Randudongkal terdiri dari 18 desa, di antaranya Desa Banjaranyar, Desa Gembyang, Desa Gongseng, Desa Kalimas, Desa Kalitorong, Desa Karangmoncol, Desa Kecepit, Desa Kejene, Desa Kreyo, Desa Lodaya, Desa Mangli, Desa Mejagong, Desa Penusupan, Desa Randudongkal, Desa Rembul, Desa Semaya, Desa Semingkir, dan Desa Tanahbaya.
Asal usul nama Randudongkal bermula dari sebuah pohon randu yang tumbuh dengan sangat besar di daerah tersebut. Pohon randu ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga desa. Oleh karena itu, para tetua desa mengadakan musyawarah untuk membahas masalah ini. Akhirnya, mereka sepakat untuk menebang pohon randu tersebut.
Dua hari sebelum penebangan dilakukan, suasana desa menjadi hening seperti diselimuti kabut kebisuan. Warga desa jarang berbicara saat melewati pohon randu yang besar itu. Banyak juga warga yang memberikan sesaji di sekitar pohon randu tersebut.
Ketika tiba saatnya untuk menebang pohon randu, angin tiba-tiba berhembus dengan sangat kencang. Semua warga panik dan suasana di sekitar pohon itu menjadi kacau balau. Pohon randu yang akan ditebang mulai bergetar dan terangkat perlahan-lahan. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu merasa heran. Pohon randu itu terangkat, akarnya keluar dari tanah, dan akhirnya terlempar jatuh ke tanah tidak jauh dari lokasi.
"Wit randune dongkal... wit randune dongkal," kata salah satu orang yang menyaksikan kejadian tersebut. Para warga desa sangat gembira. Pohon yang selama ini menjadi gangguan akhirnya bisa ditebang, meskipun bukan karena usaha mereka.
Sejak saat itu, tempat tumbangnya pohon randu itu dikenal dengan nama Randudongkal. Nama Randudongkal sendiri berasal dari bahasa Jawa. "Randu" merujuk pada nama pohon randu, sementara "dongkal" menggambarkan proses terlemparnya pohon tersebut.
Demikianlah cerita mengenai asal usul Kecamatan Randudongkal yang menarik. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah daerah ini. Terima kasih telah membaca newsletter ini.
Kali ini kita akan membahas tentang asal usul Kecamatan Randudongkal, salah satu kecamatan yang terletak di Kabupaten Pemalang. Kecamatan Randudongkal terdiri dari 18 desa, di antaranya Desa Banjaranyar, Desa Gembyang, Desa Gongseng, Desa Kalimas, Desa Kalitorong, Desa Karangmoncol, Desa Kecepit, Desa Kejene, Desa Kreyo, Desa Lodaya, Desa Mangli, Desa Mejagong, Desa Penusupan, Desa Randudongkal, Desa Rembul, Desa Semaya, Desa Semingkir, dan Desa Tanahbaya.
Asal usul nama Randudongkal bermula dari sebuah pohon randu yang tumbuh dengan sangat besar di daerah tersebut. Pohon randu ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga desa. Oleh karena itu, para tetua desa mengadakan musyawarah untuk membahas masalah ini. Akhirnya, mereka sepakat untuk menebang pohon randu tersebut.
Dua hari sebelum penebangan dilakukan, suasana desa menjadi hening seperti diselimuti kabut kebisuan. Warga desa jarang berbicara saat melewati pohon randu yang besar itu. Banyak juga warga yang memberikan sesaji di sekitar pohon randu tersebut.
Ketika tiba saatnya untuk menebang pohon randu, angin tiba-tiba berhembus dengan sangat kencang. Semua warga panik dan suasana di sekitar pohon itu menjadi kacau balau. Pohon randu yang akan ditebang mulai bergetar dan terangkat perlahan-lahan. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu merasa heran. Pohon randu itu terangkat, akarnya keluar dari tanah, dan akhirnya terlempar jatuh ke tanah tidak jauh dari lokasi.
"Wit randune dongkal... wit randune dongkal," kata salah satu orang yang menyaksikan kejadian tersebut. Para warga desa sangat gembira. Pohon yang selama ini menjadi gangguan akhirnya bisa ditebang, meskipun bukan karena usaha mereka.
Sejak saat itu, tempat tumbangnya pohon randu itu dikenal dengan nama Randudongkal. Nama Randudongkal sendiri berasal dari bahasa Jawa. "Randu" merujuk pada nama pohon randu, sementara "dongkal" menggambarkan proses terlemparnya pohon tersebut.
Demikianlah cerita mengenai asal usul Kecamatan Randudongkal yang menarik. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita tentang sejarah daerah ini. Terima kasih telah membaca newsletter ini.
Sunber portal brebes
Salam,
(Yudianggoro)
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
KORBAN ARUS DERAS SUNGAI KEDUNG GAPIT DI KETEMUKAN
TIM SAR Gabungan berhasil menemukan seorang pelajar yang terseret arus di Kali Kedung Gapit, Kabupaten Purworejo. Sayangnya, korban tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Pada hari Sabtu, tanggal 20 Januari 2024, pukul 12.27 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban bernama Ilham Ashar, seorang pelajar berusia 15 tahun yang berasal dari Bonjok Lor, Kecamatan Bonorowo, Kabupaten Purworejo. Korban ditemukan di dasar sungai setelah Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran sejauh kurang lebih 120 meter dari lokasi kejadian. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke Puskesmas Karanggetas untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Sebelumnya, pada hari Jumat, tanggal 19 Januari 2024, pukul 15.00 WIB, korban sedang bermain air di sekitar Kali. Namun, diduga arus yang cukup deras pada saat itu membuat korban terbawa arus, sehingga Tim SAR Gabungan harus melakukan pencarian untuk menemukannya. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup. Kami ...
BANJIR BANDANG DI SUNGAI KLAWING, TIGA PEKERJA HILANG
Tim SAR Sedang evakuasi 3 Pekerja Di Tanggul Banjir Bandang di Sungai Klawing, Tiga Pekerja Hilang Pada Minggu, 3 Agustus 2025, sekitar pukul 19.30 WIB, enam pekerja dari PT Surya Mataram Sakti sedang mengerjakan proyek sodetan di Sungai Klawing, Purbalingga. Tiba-tiba, banjir bandang datang dan mengejutkan mereka. Tiga pekerja berhasil menyelamatkan diri dengan naik ke atas ekskavator, namun tiga pekerja lainnya hilang dan belum diketahui keberadaannya hingga Selasa, 5 Agustus 2025. Korban yang Hilang: * Tedi (28 tahun), staf PT Surya Mataram Sakti asal Majenang. * Muhyadi (60 tahun), pekerja asal Penaruban, Kali Gondang. * Sarwoyo (50 tahun), pekerja asal Kali Gondang. Tim SAR gabungan dari Cilacap, BPBD, TNI, Polri, dan relawan berhasil mengevakuasi tiga pekerja yang selamat pada pukul 02.00 WIB, Senin, 4 Agustus 2025, menggunakan perahu karet. Menurut Kepala Kantor Basarnas Cilacap, M. Abdullah, operasi pencarian tiga pekerja yang hilang masih terus dil...
PEMILU TAHUN 2024
Pemilihan umum baru-baru ini telah dilaksanakan dan hasil perhitungan cepat dari berbagai lembaga telah diumumkan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pasangan 02 masih unggul dibandingkan dengan pasangan 01 dan pasangan 03. Pasangan 01 berhasil mendapatkan 22,88% suara, sementara pasangan 02 berhasil mendapatkan 59,91% suara dan pasangan 03 mendapatkan 17,21% suara. Berdasarkan hasil quick count, pasangan Prabowo dan Gibran unggul di atas 50%. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan pasangan tersebut akan memenangkan pemilihan presiden. Pasangan ini didukung oleh 9 partai politik, antara lain Gerindra, PAN, Golkar, Demokrat, PBB, Gelora, Garuda, Prima, dan PSI. Pasangan Prabowo dan Gibran memiliki visi bersama untuk "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas di Tahun 2045". Visi ini menggambarkan komitmen pasangan tersebut untuk mendorong kemajuan Indonesia menuju masa depan yang gemilang. Meskipun hasil quick count ini masih bersifat sementara, namun data yang tel...
Komentar
Posting Komentar